Bedah Digestif

Di dalam pembahasan sekarang ini akan didiskusikan problem syok serta keseimbangan cairan-cairan didalam bedah digestif. Pembahasan bedah digestif lain akan didiskusikan pada artikel selanjutnya.

Dokter Bedah Digestif

Syok merupakan sebuah keadaan defisiensi yang diakibatkan oleh disparitas dan ketidakseimbangan antara debit darah dengan ruangan susunan vaskuler. Didalam bedah digestif yang sedang kita bicarakan ini syok dibagi menjadi beberapa jenis.

Dari macam-macam jenis syok ini cuma syok septik yang tak dibarengi penurunan resistensi vaskular. Sebetulnya mekanisme syok didalam bedah ada Tiga hal yakni: mekanisme jaringan, radang, imunologis. Disaat yang bertepatan ketiga mekanisme itu dapat ada dan sama-sama mempengaruhi antar satu dengan yang lainnya.

Bedah Laparoskopi

Diwaktu timbulnya syok maka organ manusia akan kehilangan banyak elektrolit. Kondisi ini disebabkan elektrolit terlepas dari dalam pembuluh darah. Mengingat setiap penderita syok ditindak dengan memberikan infus RL untuk mengubah kehilangan elektrolit yang ada didalam jaringan tubuh.

Penanganan penderita syok dilaksanakan di rumah sakit dan umumnya dirawat inap 1 atau 2 hari untuk mengontol dan untuk pantauan beberapa penyakit yang terkait dengan munculnya syok.

Pada fase terkompensasi syok masih fresh dan bila dilakukan pemeriksaan cairan tubuh maka bakal diperoleh komposisinya masih lengkap hanya kuantitasnya turun.

Pada fase lanjut atau fase tidak terkompensasi, syok tersebut sudah jauh hingga terdapat pergantian komposisi cairan tubuh hingga menyusahkan tubuh utk menanggulangi, hal demikianlah yang mengakibatkan pasien tersebut wajib diantar ke rumah sakit.

Pada fase Utama biasanya denyut nadi, pernapasan serta frekwensi nadi masih biasa malah frekwensi nadi bisa melonjak. Pada fase Ke-dua denyut nadi cukup melemah lalu frekwensinya sudah menurun namun pernafasan tetap wajar, baru pada fase Ketiga, pernafasan sudah jelas merosot, itu berarti telah masuk ke fase tidak terkompensasi (decompensatio). Didalam fase Empat, kehilangan cairan-cairan sudah > 1900 ml hingga dapat mengakibatkan kematian, sedangkan kehilangan elektrolit hingga 39% dari keseluruhan elektrolit tubuh  Baca Juga: Bedah Digestif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.